Preman Berkedok Sekuriti Serbu Warga di PT Barapala, Dua Korban Tumbang

Preman Berkedok Sekuriti Serbu Warga di PT Barapala, Dua Korban Tumbang
Salah Satu Warga yang jadi Korban

Klikbacanews.com– Dua warga Luat Unterudang terluka setelah puluhan oknum sekuriti PT Barapala yang diduga preman bayaran menyerang massa aksi yang sedang menginap di area perusahaan, Selasa (18/11) malam.

Menurut informasi di lapangan, warga yang sebelumnya melakukan aksi damai dengan izin menginap dari Polres Padanglawas tiba-tiba diserang menggunakan panah, tombak, dan parang.

Dua korban, Adi Ansor Harahap (42) dan Saripuddin Hasibuan (41) masing-masing terluka di kaki kanan dan dada kanan akibat tertancap panah

Saksi mata, Ruslan Abdullah Hasibuan, menyampaikan bahwa sebelum penyerangan, sejumlah oknum sekuriti sempat meminta izin kepada warga untuk melintas dengan alasan menjemput rekan mereka di pos 1. “Karena alasan mereka jelas, kami izinkan mereka lewat,” ujar Ruslan.

LIHAT JUGA :  Polisi Turun Tangan Redam Ricuh Konser Watch On Fest, Empat Orang Jadi Korban

Namun sepulang dari pos 1, sekitar 25 orang oknum sekuriti tiba-tiba menyerang warga di dekat jembatan. Serangan dilakukan secara membabi buta menggunakan panah dan tombak.

Warga yang terkejut berusaha melawan dengan peralatan seadanya hingga berhasil memukul mundur para pelaku. Selain menyerang, oknum sekuriti juga merusak sepeda motor dan kendaraan milik warga.

LIHAT JUGA :  Kisruh Lahan di Rampoang! Proyek Yon TP 872 Digedor Ratusan Warga

Perwakilan mahasiswa, Arsa Rizki Siregar, menegaskan bahwa aksi damai tersebut sudah mendapatkan izin resmi dari Polres Padanglawas.

Ia menyesalkan penyerangan terjadi justru setelah polisi meninggalkan lokasi.

“Kami minta Kapoldasu dan Gubernur Sumatera Utara memberi atensi dan turun langsung ke lokasi. Kami juga akan menggelar aksi besar-besaran ke Poldasu,” kata Arsa.

Warga turut meminta pihak manajemen PT Barapala, termasuk Saprijal, Ahok, dan Aspin, untuk bertanggung jawab atas tindakan para sekuritinya yang dianggap sebagai preman bayaran.

Di sisi lain, beredar informasi bahwa Kapolres Padanglawas telah melaporkan dugaan pengrusakan dan pembakaran aset perusahaan ke Poldasu.

LIHAT JUGA :  Malam Ricuh di PT Barapala, Alat Berat dan Mess Dibakar Massa

Warga menilai laporan tersebut tidak objektif karena mengabaikan fakta bahwa penyerangan terhadap warga terjadi lebih dulu.

Mereka juga menolak pelibatan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh adat sebagai terlapor tanpa mempertimbangkan pemicu awal konflik.

Warga menegaskan agar Poldasu melihat persoalan ini secara objektif dan mendesak Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto untuk mencopot Kapolres Padanglawas karena dianggap tidak netral dalam menangani kasus tersebut.

Editor : Darwis