Sorot  

SPBU Diincar! KP-GRD Minta Polisi Awasi Langsung, Hentikan Jeriken Ilegal

SPBU Diincar! KP-GRD Minta Polisi Awasi Langsung, Hentikan Jeriken Ilegal
KP-GRD menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik berbeda

Klikbacanews.com- Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik berbeda, yakni Polres Manggarai, Kantor Bupati Manggarai, dan Gedung DPRD Manggarai, Kamis (20/11/2025).

Aksi yang berlangsung sejak pagi ini merupakan bentuk protes terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta dugaan maraknya praktik mafia BBM yang dinilai semakin meresahkan masyarakat Kabupaten Manggarai.

Ketua KP-GRD, Jimi Saputra, dalam orasinya di depan Mapolres Manggarai menegaskan bahwa persoalan kelangkaan BBM telah menjadi masalah mendesak karena berdampak luas pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyebut kelangkaan bahkan telah dirasakan hingga ke tingkat desa dan kecamatan, dan diduga kuat bukan terjadi secara alamiah, melainkan disengaja oleh pihak tertentu demi meraup keuntungan.

LIHAT JUGA :  Proyek Miliaran Sarat Penyimpangan, Kejati Sulsel Diduga Lamban Bertindak

Aksi kemudian berlanjut ke Kantor Bupati Manggarai. Di hadapan pemerintah daerah, Jimi kembali menekankan pentingnya respons cepat untuk mengatasi dampak kelangkaan BBM yang menghambat putaran ekonomi masyarakat.

KP-GRD mendesak Bupati Manggarai agar segera mengambil langkah konkret dan alternatif guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Di Gedung DPRD Manggarai, massa aksi meminta para wakil rakyat menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Mereka menilai kelangkaan BBM telah berlangsung cukup lama tanpa solusi efektif.

KP-GRD mendorong DPRD segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian krisis dan mengungkap dugaan praktik mafia BBM.

LIHAT JUGA :  Polda Sulsel Tetapkan 53 Tersangka Ricuh Demo, 11 Anak Ikut Terjerat

Sebelum membubarkan diri, massa mendesak DPRD dan Polres memperketat pengawasan terhadap seluruh SPBU di Manggarai.

Mereka menyoroti praktik pengisian menggunakan jeriken oleh oknum tertentu yang dinilai memperburuk pasokan BBM di masyarakat.

“Bila perlu, setiap SPBU harus diawasi langsung oleh anggota kepolisian,” tegas Jimi.

Dalam aksi tersebut, perwakilan massa diterima langsung oleh Wakapolres Manggarai, perwakilan Pemerintah Kabupaten Manggarai, dan Ketua DPRD Manggarai.

Ketiga pihak menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi dan berkolaborasi mencari solusi atas krisis BBM yang tengah terjadi.

Jimi menegaskan kembali keresahan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM bersubsidi.

LIHAT JUGA :  Mafia BBM Subsidi Bebas Beraksi, SPBU Jadi Sarang Permainan

“Masyarakat di desa dan kecamatan sangat kesulitan mendapatkan BBM, itu pun kalau ada harganya sangat mahal. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah untuk segera mengatasi kelangkaan BBM, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit,” ujarnya.

Adapun tiga tuntutan utama KP-GRD dalam audiensi tersebut adalah:

  1. Mendesak Bupati Manggarai agar lebih peka dan responsif terhadap kesulitan masyarakat akibat kelangkaan BBM.

  2. Mendesak Kapolres Manggarai mengusut tuntas dugaan mafia BBM di Kabupaten Manggarai.

  3. Mendesak DPRD Manggarai segera menggelar RDP dengan pihak terkait untuk membahas kelangkaan dan dugaan praktik mafia BBM.

    Editor : Darwis