TAKALAR,Klikbacanews.com – Penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, terus bergulir di Polres Takalar. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kendala dalam proses pengungkapan identitas pemilik akun WhatsApp “Panronrongna Takalar”.
Akun yang diduga menyebarkan karikatur kontroversial hingga viral di berbagai grup WhatsApp tersebut dikabarkan tidak menghadiri panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan oleh penyidik Polres Takalar.
Ketidakhadiran ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam upaya mengungkap siapa sebenarnya sosok di balik akun anonim tersebut.
” Sampai saat ini menunjukkan pukul 15:30 WITA akun Panronrongna Takalar tidak hadir, kita jadwalkan kembali untuk surat pemanggilan kedua,” singkat Ipda Andrian, SH., ke awak media (05/05/25)
Ketidakkooperatifan pemilik akun “Panronrongna Takalar” tentu semakin memperlambat proses penyelidikan. Namun, Polres Takalar diyakini tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya untuk mengungkap identitas serta motif di balik unggahan karikatur yang meresahkan tersebut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, laporan dugaan pencemaran nama baik ini didasarkan pada Pasal 27A Jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karikatur yang beredar luas itu dianggap menyerang pribadi Sekda Takalar dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Sejumlah admin grup WhatsApp yang menjadi tempat peredaran awal karikatur telah dimintai keterangan oleh polisi. Namun, fokus utama kini tertuju pada identifikasi dan pemeriksaan pemilik akun “Panronrongna Takalar” yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya atau belum memenuhi panggilan pihak kepolisian.
Ketidakhadiran pemilik akun “Panronrongna Takalar” dalam pemeriksaan tentu menimbulkan spekulasi dan pertanyaan di kalangan masyarakat. Langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Polres Takalar dalam menghadapi situasi ini masih menjadi tanda tanya besar.
Publik menanti upaya konkret dari aparat kepolisian untuk mengungkap identitas terduga pelaku dan menuntaskan kasus yang cukup menarik perhatian publik.
(K7)













