Sorot  

Operasi Penertiban Dinilai Minim, Kinerja Satlantas Takalar Dipertanyakan

Operasi Penertiban Dinilai Minim, Kinerja Satlantas Takalar Dipertanyakan
Ilustrasi Visual dibuat dengan AI

Klikbacanews.com- Kinerja Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Takalar di bawah kepemimpinan AKP Nursanti, S.H. mendapat sorotan. Aktivis Takalar, Abd Rahman Tompo, mendesak Kapolres Takalar melakukan evaluasi terhadap intensitas operasi penertiban lalu lintas.

Sorotan itu muncul menyusul penilaian bahwa kegiatan operasi penertiban atau sweeping terhadap pengendara dinilai masih minim.

Kondisi tersebut, menurut Rahman, perlu menjadi bahan evaluasi karena konsistensi penindakan berpengaruh terhadap kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Penertiban lalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan patroli rutin. Operasi berkala tetap diperlukan sebagai langkah pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran,” kata Rahman. Selasa (1/9/2026)

LIHAT JUGA :  Takalar Run 2026 Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Ribuan Pelari Padati Mapolres Takalar

Ia menyoroti sejumlah pelanggaran yang perlu menjadi perhatian aparat, antara lain pengendara tanpa helm, kendaraan tanpa kelengkapan surat, penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan, serta berbagai pelanggaran lain yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Menurutnya, evaluasi tidak boleh dilakukan berdasarkan persepsi semata. Kapolres Takalar perlu melihat data konkret, termasuk jumlah pelanggaran yang ditemukan, penindakan yang dilakukan, intensitas patroli dan operasi, serta perkembangan angka kecelakaan lalu lintas.

LIHAT JUGA :  Langkah Nyata Polres Takalar Lindungi Masyarakat dari Bahaya Narkotika

“Kalau memang kegiatan operasi penertiban relatif minim sementara angka pelanggaran atau kecelakaan menunjukkan kecenderungan meningkat, tentu harus ada evaluasi. Semua harus dibuktikan dengan data,” ujarnya.

Rahman menegaskan, penegakan hukum lalu lintas harus berjalan konsisten, terukur, dan tidak semata-mata bersifat reaktif setelah terjadi kecelakaan atau pelanggaran.

Ia juga meminta jajaran Satlantas Polres Takalar memperkuat langkah pencegahan di titik-titik yang dinilai rawan pelanggaran dan kecelakaan.

Kehadiran aparat di lapangan, kata dia, harus mampu menciptakan efek pencegahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

LIHAT JUGA :  Kasus Kekerasan Pers di Takalar, Suplayer Proyek Irigasi Hadang Wartawan dengan Brutal

“Jangan sampai lemahnya pengawasan membuat pelanggaran lalu lintas dianggap hal biasa. Evaluasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Publik, lanjut Rahman, juga berhak mengetahui efektivitas program Satlantas Polres Takalar dalam menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas.

Sorotan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kinerja penertiban lalu lintas tidak hanya diukur dari keberadaan patroli, tetapi juga dari frekuensi operasi, jumlah pelanggaran yang ditindak, tingkat kepatuhan pengguna jalan, serta tren kecelakaan lalu lintas.

Editor : Darwis