Sorot  

Irigasi Pamukkulu Kembali Mangkrak, Subkon Stop Pekerjaan Gegara Pembayaran

Irigasi Pamukkulu Kembali Mangkrak, Subkon Stop Pekerjaan Gegara Pembayaran

Klikbacanews.com– Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pamukkulu, Kabupaten Takalar, kembali terhenti.

Penghentian pekerjaan disebut terjadi selama sekitar empat minggu terakhir setelah pihak subkontraktor mengklaim pembayaran material dan upah pekerja belum diselesaikan oleh kontraktor pelaksana.

Subkontraktor, Daeng Ngitung, menyebut persoalan pembayaran tersebut membuat suplai material dan tenaga pekerja ke sejumlah titik pekerjaan dihentikan.

“Kami sudah sekitar empat minggu berhenti mengerjakan proyek irigasi ini. Pihak PT Etika Jaya Beton belum menyelesaikan pembayaran sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kerja yang kami sepakati,” ujar Daeng Ngitung kepada wartawan di salah satu warung kopi, Sabtu (5/9/2026).

Daeng Ngitung mengatakan, persoalan pembayaran bukan kali pertama terjadi. Ia mengklaim pekerjaan sebelumnya juga sempat terhenti akibat adanya tunggakan pembayaran.

Menurut dia, pada penghentian sebelumnya nilai pembayaran yang belum diselesaikan mencapai sekitar Rp800 juta.

Setelah beberapa bulan, pembayaran tersebut disebut telah diselesaikan dan pekerjaan kembali berjalan.

LIHAT JUGA :  Kasus Penganiayaan Brutal di Takalar Uji Nyali Penegak Hukum

Namun, persoalan serupa kembali terjadi. Daeng Ngitung mengklaim nilai kewajiban pembayaran berikutnya sempat mencapai lebih dari Rp900 juta.

“Setelah pembayaran sebelumnya diselesaikan, kami kembali bekerja. Tetapi kemudian terjadi lagi tunggakan pembayaran yang nilainya lebih dari Rp900 juta. Akhirnya pekerjaan kembali kami hentikan,” katanya.

Ia menuturkan, belakangan pihak PT Etika Jaya Beton melalui seseorang yang disebut bernama Mei baru melakukan pembayaran sekitar Rp248 juta untuk kebutuhan material dan upah tenaga kerja.

Menurut Daeng Ngitung, pembayaran tersebut belum menuntaskan seluruh kewajiban.

Karena itu, ia memilih menghentikan sementara pengiriman material dan pengerahan tenaga kerja ke lokasi proyek.

Dampak penghentian tersebut disebut masih terlihat pada sejumlah titik pekerjaan yang belum rampung, di antaranya wilayah Pangkala, Bontomanai, Pa’bundukan, serta Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan.

Daeng Ngitung memperkirakan masih terdapat pekerjaan sepanjang lebih dari dua kilometer yang belum diselesaikan.

LIHAT JUGA :  Fasilitas Negara Dibantai, APH Didesak Bertindak Tanpa Pilih Kasih

Ia juga memperkirakan progres pekerjaan yang tersisa masih sekitar 60 persen.

Kembali terhentinya pekerjaan itu berpotensi berdampak pada masyarakat petani yang mengandalkan jaringan irigasi tersebut untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Daeng Tutu, salah seorang petani di wilayah Polongbangkeng Selatan, berharap kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa.

“Kami sebagai petani menagih janji kontraktor yang sebelumnya menyampaikan akan menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung. Kami sangat berharap proyek ini segera diselesaikan karena irigasi ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertanian masyarakat,” ujarnya.

Menurut Daeng Tutu, penyelesaian proyek menjadi semakin mendesak menjelang musim hujan. Petani berharap jaringan irigasi dapat segera berfungsi optimal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

Rehabilitasi jaringan irigasi DI Pamukkulu merupakan proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp29,8 miliar.

LIHAT JUGA :  Kolaborasi TNI dan Pemkab Takalar Pecah Rekor Semangat, Panen Raya Tebu Didorong Menuju Swasembada Gula

Proyek tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan dilaksanakan oleh PT Etika Jaya Beton.

Sebelumnya, proyek ini juga menjadi sorotan karena sejumlah ruas saluran disebut belum rampung meski masa kontrak pekerjaan berakhir pada Desember 2025.

Kini, pekerjaan kembali terhenti. Persoalan pembayaran antara kontraktor dan pihak yang mengerjakan sebagian pekerjaan di lapangan menjadi salah satu alasan yang diklaim menyebabkan aktivitas proyek tersendat.

Namun, seluruh klaim tersebut masih menunggu penjelasan dari pihak PT Etika Jaya Beton maupun BBWS Pompengan Jeneberang.

Hingga berita ini diterbitkan, Project Manager PT Etika Jaya Beton, Mei, dan pihak BBWS Pompengan Jeneberang belum memberikan keterangan mengenai klaim tunggakan pembayaran, status progres pekerjaan, maupun penyebab kembali terhentinya proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Pamukkulu.

Editor : Darwis