Takalar Mulai MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, Terima 330 Siswa pada Tahun Ajaran Perdana

Takalar Mulai MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, Terima 330 Siswa pada Tahun Ajaran Perdana
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM

Klikbacanews.com– Pemerintah Kabupaten Takalar resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, sebagai penanda dimulainya operasional sekolah berasrama yang menjadi bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Prosesi pembukaan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan budaya dan kreativitas siswa.

Acara diawali penampilan Angngaru dan tari kreasi daerah, kemudian dilanjutkan pidato berbahasa Inggris yang dibawakan para siswa dan mendapat apresiasi dari para tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial RI, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PUPR, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh, serta ratusan orang tua siswa.

Dalam sambutannya, perwakilan Kementerian Sosial RI mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat.

LIHAT JUGA :  Tiga Jam Digeledah Polisi, Disperkimtan Gowa Terseret Dugaan Korupsi Perizinan Bangunan

Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan, Takalar menjadi satu dari tiga daerah yang lebih dahulu memulai pelaksanaan MPLS, bersama Kota Makassar dan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Menurutnya, percepatan pelaksanaan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Takalar dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan MPLS. Ratusan orang tua mengantar putra-putri mereka memasuki lingkungan sekolah sehingga jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan panitia.

Sementara itu, PPK Kementerian PUPR menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai progres sekitar 85 persen.

Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama dinilai telah siap mendukung proses belajar mengajar.

Ia juga mengapresiasi koordinasi antara Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Takalar sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai target.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Takalar mengungkapkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di daerahnya merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah.

LIHAT JUGA :  Polres Gowa Edukasi Pelajar Soal Bahaya Narkoba Lewat Penguatan Nilai Religius

Meski masa pengusulan program telah ditutup, Pemerintah Kabupaten Takalar tetap memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis, mulai dari penyediaan lahan, kelengkapan sertifikat, hingga kesiapan infrastruktur.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Takalar dipercaya menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat untuk dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMA.

Bupati menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Dengan dukungan fasilitas pembelajaran modern, asrama, sarana olahraga, serta pemenuhan kebutuhan makan siswa, ia optimistis sekolah tersebut mampu melahirkan generasi yang berdaya saing.

“Kalau menanam padi, tiga bulan sudah panen. Tetapi pendidikan baru akan kita panen hasilnya 10 sampai 20 tahun ke depan. Dari sekolah ini saya berharap lahir camat, tentara, polisi, dokter, bupati, bahkan menteri. Tidak ada yang mustahil jika anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh,” ujar Bupati.

LIHAT JUGA :  Mayoritas Kades Disebut Menolak, Isu Iuran Rp5 Juta per Desa di Sanrobone Jadi Perdebatan

Pada tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Takalar menerima 330 siswa. Sebanyak 60 siswa di antaranya berasal dari Kabupaten Gowa dan akan mengikuti sistem pendidikan berasrama bersama siswa asal Kabupaten Takalar.

Bupati mengajak seluruh siswa memanfaatkan kesempatan belajar tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga berharap dukungan orang tua, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan masa depan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelaksanaan MPLS ini menjadi awal perjalanan pendidikan bagi ratusan siswa Sekolah Rakyat Takalar.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar diharapkan menjadi model pendidikan berasrama yang mampu membuka akses pendidikan lebih luas sekaligus melahirkan generasi yang siap bersaing di masa depan.

(Tompo)